PERUSAHAAN BERPRESTASI
DI TENGAH COVID-19
Tidak dapat dipungkiri dampak dari wabah Covid-19 di tahun 2020 ini telah memporakporandakan tatanan perekonomian dunia termasuk Indonesia. Tidak ada satupun sektor industri yang luput dari keganasan wabah Covid-19 ini termasuk industri plastik. Menurut Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas), pandemi corona baru telah menekan perkembangan industri plastik di Indonesia. Utilisasi industri plastik terutama di sektor hilir anjlok hingga 70% seiring melemahnya permintaan dari industri pengguna. Direktur Pengembangan Bisnis Inaplas, Budi Susanto Sadiman, mengatakan, permintaan plastik hilir saat ini semakin menurun akibat wabah Covid-19. Sebelumnya, kinerja industri ini sudah tertekan akibat kebijakan pembatasan penggunaan plastik sertai pengenaan cukai.
Permintaan produk plastik meningkat di periode menjelang ramadan dan lebaran, seiring permintaan sektor makanan, minuman, dan pengemasan lain. Kenaikan permintaan produk plastik dalam kondisi normal menjelang ramadan bisa mencapai 20%-30%. Ramadan dan lebaran 2020 ini utilisasinya rata-rata tinggal 30%. Artinya jika utilisasi industri hilir plastik sekitar 90%, penurunannya mencapai 60%-70%.
Namun, kondisi berbeda terjadi di industri hulu plastik. Pertumbuhan di sektor ini masih relatif stabil. Bahkan, beberapa perusahaan masih mampu mengekspor antara lain ke Tiongkok, seiring pulihnya industri di sana. Industri hulu plastik tidak terlalu buruk karena pada kondisi sulit seperti sekarang ini masih ada pertumbuhan penjualan 30%. Relatif pulihnya Tiongkok dari pandemi Covid-19 menyebabkan banyak industri di sana membutuhkan banyak bahan baku plastic. Salah satu alternatif pemasok yang dilirik adalah Indonesia. Kendati demikian, permintaan ekspor sedikit terhambat lambannya proses perizinan sertifikat asal barang. Sudah ada tiga perusahaan yang akan ekspor ke Tiongkok.
Ada baiknya, bisnis yang masih tumbuh di tengah ancaman Covid-19 diberikan dukungan, misalnya pemerintah mengurungkan pemberlakuan pembatasan penggunaan kemasan plastik. Sebab, dengan ekspor yang diperkirakan dapat terus meningkat, devisa negara pun kian bertambah. Diperkirakan investasi di sektor petrokimia tetap akan tumbuh, dan nilai investasi di sektor industri hulu plastik diperkirakan mencapai US$ 15 miliar hingga 2024.
PT ARGHA KARYA PRIMA
Dalam kondisi banyak perusahaan mengalami kerugian atau terpaksa menghentikan kegiatan akibat Covid-19, masih ada perusahaan produsen plastik yang berhasil meningkat pemasarannya. Diantaranya PT Argha Karya Prima (AKP) TBK dan PT PT Trias Sentosa Tbk. Bagaimana kedua perusahaan ini bisa mencatat keberhasilan?
Analisis ECBIS Rescons memberikan informasi PT AKP pada periode bulan Januari hingga Maret 2020, berhasil mendongkrak penjualannya ke berbagai negara dengan jumlah yang cukup besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara total, plastik film yang diekspor oleh PT AKP pada periode bulan Januari hingga Maret 2020 sebanyak 5.909 ton dengan nilai US$ 12.3 juta. Jumlah ini mengalami kenaikan yang cukup besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3.687 ton dengan nilai US$ 9.1 juta.
Kenaikan yang cukup besar tersebut disebabkan keberhasilan perusahaan dalam melobi perusahaan-perusahaan pengimpor. Ini dapat diketahui dari jumlah pembelinya, dimana dalam periode bulan Januari hingga Maret tahun 2019 jumlah pengimpor atau pembeli plastik film produk PT AKP ini baru ada sebanyak 104 perusahaan. Jumlah itu meningkat, dimana pada periode yang sama tahun 2020 menjadi 150 perusahaan. Berarti terdapat penambahan sebanyak 46 perusahaan.
Diantara ke 46 perusahaan baru tersebut yang tergolong cukup besar adalah:
PT Trias Sentosa Tbk
Perusahaan lain yang mengukir prestasi adalah PT Trias Sentosa (TS). Perusahaan yang juga produsen plastik ini telah menunjukkan prestasi yang cukup mengejutkan adalah. Hasil penelitian Ecbis Rescons menunjukkan di saat banyak perusahaan yang mengalami kerugian, bahkan tidak sedikit diantaranya harus merumahkan karyawannya, perusahaan ini justru berhasil meningkatkan penjualannya. Dalam periode bulan Januari hingga Maret 2020 lalu perusahaan ini berhasil mengekspor hasil produksinya ke berbagai Negara sebanyak 5.847 ton dengan nilai US$ 14.4 juta. Jumlah ini berarti mengalami kenaikan yang cukup tinggi jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 4.981 ton dengan nilai US$ 13.3 juta.
Faktor utama yang menyebabkan meningkatnya volume maupun nilai ekspornya tersebut adalah karena semakin gencarnya pihak PT TS dalam memasarkan produknya, hal ini terlihat jelas dari semakin banyaknya perusahaan pelanggannya. Jika dalam periode bulan Januari hingga Maret 2019 lalu jumlah pembeli plastik film dari perusahaan ini baru ada sebanyak 101 perusahaan, pada tahun 2020 dalam periode yang sama ada sebanyak 110 perusahaan.
Selain karena semakin banyaknya perusahaan pembeli, meningkatnya hasil penjualan/ekspor perusahaan tersebut juga karena ada beberapa perusahaan pelanggan tersebut yang meningkatkan permintaannya, misalnya Abic Corporation yang pada tahun 2019 (Januari-Maret) membeli sebanyak 291 ton dengan nilai US$ 0,89 juta naik menjadi 330 ton dengan nilai US$ 0,99 juta dalam periode yang sama tahun 2020. Kemuian Astria Packaging Enterprise Inc., yang semula hanya membeli sebanyak 104 ton dengan nilai US$ 0,23 juta, naik menjadi 202 ton dengan nilai US$ 0,62 juta. Navis Industries yang semula hanya mengimpor sebanyak 258 ton dengan nilai US$ 0,65 juta naik menjadi 362 ton dengan nilai US$ 0,87 juta dalam periode yang sama. Selengkapnya dapat disimak tabel berikut.
Jl. Robusta Q7/1 Pondok Kopi Jakarta 13460 | Phone/WA : (+62) 0819 0538 1421 | Email : cs@ecbisrescons.com
Copyright@2017 ecbisrescons.com