MENYAMBUT INDUSTRI SAWIT 2045
Perkembangan produksi kelapa sawit yang pesat dimaksudkan untuk mempersiapkan Indonesia sebagai raja di industri hilir minyak sawit. Hilirisasi industri minyak sawit merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan jangka panjang industri minyak sawit Indonesia. Melalui hilirisasi industri minyak sawit, pada tahun 2045 Indonesia diharapkan mampu mengubah posisinya dari raja CPO dunia saat ini, menjadi raja hilir. Industrialisasi minyak sawit itu dikembangkan melalui tiga jalur hilirisasi, yakni oleofood (oleofood complex), oleochemical complex, dan biofuel complex.
Hilirisasi minyak sawit tersebut merupakan kombinasi strategi promosi ekspor (export promotion) dan substitusi impor (import substitution). Artinya, melalui hilirisasi, CPO diolah menjadi produk-produk bernilai tambah lebih tinggi, baik untuk tujuan ekspor maupun untuk pengganti barang yang diimpor. Barang-barang impor yang bisa digantikan diantaranya, solar, avtur, premium, plastik, pelumas, dan sebagainya. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari hilirisasi minyak sawit secara keseluruhan tidak hanya dilihat dari berapa devisa yang dihasilkan dari ekspor, tetapi juga berapa devisa yang bisa dihemat akibat dari substitusi impor. Selain itu, jika produk-produk bahan bakar dari kelapa sawit bisa menggantikan crude oil dan batu bara, akan menyelamatkan Indonesia dari unsustainable economy, yaitu ekonomi yang selama ini ditopang oleh ekstraksi pertambangan. Bahkan, seandainya bahan bakar dari minyak sawit bisa digunakan lebih murah dan efisien dibanding batere dari nikel, kembali Indonesia tidak perlu mengeksploitasi nikel yang tidak sustain.
Pintu gerbang hilirisasi minyak sawit adalah industri refinery, yakni industri yang mengolah CPO (crude palm oil) maupun CPKO (crude palm kernel oil) menjadi produk antara, yakni olein, stearin, dan PFAD (palm fatty acid distillate). Produk antara yang dihasilkan dari industri refinery ini dapat diolah lebih lanjut untuk memperoleh produk-produk minyak sawit yang lebih hilir. Secara umum, hasil hilirisasi minyak sawit dapat dikelompokkan menjadi tiga jalur, yakni jalur hilirisasi oleofood complex, oleochemical complex, dan biofuel complex.
Dengan perkembangan seperti itu, jelas industrialiasi hilir minyak sawit akan menghasilkan berbagai ragam produk antara dan produk jadi. Kondisi ini dipastikan membuka peluang-peluang bisnis baru. Tentu pula akan menarik para investor untuk secepat mungkin memanfaatkan kesempatan itu. Namun untuk bisa melakukannya lebih cepat, diperlukan informasi yang akurat dan analisis mendalam mengenai prospek industri hilir minyak sawit. Pada posisi inilah ECBIS Rescons menempatkan diri sebagai penyedia informasi dan analisis melalui Studi Industri Hilirisasi Minyak Kelapa Sawit di Indonesia 2022-2026.
Aneka Produk Dari Kelapa Sawit
Sumber: Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)
Produksi Terus Meningkat
Menurut catatan Direktorat Jenderal Perkebunan, selama 8 tahun terakhir produksi keapa sawit Indonesia rata-rata mengalami kenaikan sebesar 7,30% per tahun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2017 yaitu sebesar 19,65%. Sementara paling rendah terjadi pada tahun 2020 yang mengalami penurunan sebesar 2,92%. Penurunan ini disebabkan karena adanya Pandemi Covid-19. Setelah itu tampak kembali menunjukkan peningkatan, walaupun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun 2017 produksi kelapa sawit Indonesia tercatat sebesar 31.730 ribu ton, kemudian naik terus hingga mencapai puncaknya menjadi 47.120 ribu ton pada tahun 2019. Di tahun 2020 anjlok menjadi 45,741 ribu ton. Kemudian di tahun 2021 bangkit kembali menjadi 46.854 ribu ton. Kenaikan ini kembali terjadi di tahun 2022 yang mencapai 48.205 ribu ton.
Jika dilihat dari pengelolanya, Perkebunan Besar Swasta (PBS) tercatat sebagai penghasil kelapa sawit terbesar. Lebih dari 61 % produksi kelapa sawit dihasilkan dari PBS. Berikutnya disusul Perkebunan Rakyat (PR) yaitu sekitar 33,6%. Sisanya sebesar 5,4% dari hasil Perkebunan Besar Negara (PBN).
Pada tahun 2016 kelapa sawit yang dihasilkan oleh PBS mencapai 18.267 ribu ton. Kemudian naik terus, hingga mencapai 30.060 ribu ton tahun 2019. Di tahun 2020 turun menjadi 27.935 ribu ton. Setelah itu kembali dan mencapai 29.507 ribu ton pada tahun 2022.
Jika kelapa sawit yang dihasilkan oleh PBS mengalami penurunan pada tahun 2020, penurunan produksi kelapa sawit yang dihasilkan oleh PR dan PBN terjadi pada tahun 2019. Pada tahun 2016 kelapa sawit yang dihasilkan oleh PR mencapai 11.575 ribu ton, naik terus dan mencapai 15.296 ribu ton tahun 2018. Pada tahun 2019 turun menjadi 14.925 ribu ton, setelah itu naik terus dan mencapai 16.273 ribu ton tahun 2022. Sementara itu kelapa sawit yang dihasilkan dari PBN, pada tahun 2016 mencapai 1.887 ribu ton. Angka itu naik menjadi 2.147 ribu ton di tahun 2018. Pada tahun 2019 sedikit mengalami penurunan, tetapi setelah itu naik terus dan mencapai 2.397 ribu ton pada tahun 2022 (lihat tabel-1).
Tabel-1
Perkembangan Produksi Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia
2016 – 2022 (Ton)
| Tahun | PR | PBN | PBS | Total | Pertumbuhan |
| 2016 | 11.575.542 | 1.887.999 | 18.267.420 | 31.730.961 | - |
| 2017 | 13.191.189 | 1.861.263 | 22.912.772 | 37.965.224 | 19,65% |
| 2018 | 15.296.801 | 2.147.136 | 25.439.694 | 42.883.631 | 12,95% |
| 2019 | 14.925.877 | 2.134.367 | 30.060.003 | 47.120.247 | 9,88% |
| 2020 | 15.495.427 | 2.310.612 | 27.935.807 | 45.741.845 | -2,92% |
| 2021 | 15.718.617 | 2.397.898 | 28.737.942 | 46.854.457 | 2,43% |
| 2022 | 16.273.170 | 2.454.384 | 29.507.851 | 48.295.405 | 3,07% |
Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan
Luas Areal Rata-Rata Naik 5,76%
Faktor utama yang menyebabkan terus meningkatnya produksi kelapa sawit, selain meningkatnya produktivitas, juga karena terus meningkatnya luas areal perkebunan. Namun dalam dalam beberapa tahun terakhir ini tren angka kenaikan luas areal kelapa sawit di Indonesia tampak terus mengalami penurunan. Luas areal meningkat 25,41% pada tahun 2017. Namun angka kenaikan itu selanjutnya turun terus hingga tinggal 0,51% pada tahun 2021. Di tahun 2022, angka peningkatan naik cukup besar, yaitu 4,88%.
Menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan, pada tahun 2016 luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai 11.201 ribu hektar. Angka luasan itu naik terus hingga mencapai 14.663 ribu hektar pada tahun 2021. Di tahun tahun 2022 luas areal mengalami peningkatan lebihg tinggi, yaitu mencapai 15.380 ribu hektar. Sesuai dengan hasil produksinya, maka luas areal perkebunan kelapa sawit terbesar adalah milik PBS, yaitu sekitar 54,62%, dari total luas areal yang mencapai 15.380 ribu hektar. Kemudian urutan kedua adalah PR, sekitar 41,47%, dan sisanya seluas 3,91%, milik PBN (lihat tabel-2).
Jika memperhatikan hasil produksi dengan luas areal yang dimiliki, maka terlihat jelas bahwa produktivitas, PBS lebih tinggi dibandingkan hasil PR. Hal ini tentunya sangat dimaklumi, karena penanganan PR tidak sebaik PBS.
Data Direktorat Jendral Perkebunan menunjukkan, luas areal PBS pada tahun 2016 mencapai 5.754 ribu hektar. Luasan itu kemudian naik terus hingga mencapai 8.001 ribu hektar pada tahun 2021. Pada tahun 2022 naik lagi menjadi 8.402 ribu hektar. Sementara luas areal PR pada tahun 2016 mencapai 4.739 ribu hektar. Angka luasan itu juga naik terus hingga mencapai 6.088 ribu hektar pada tahun 2021. Pada tahun 2022 kembali meningkat menjadi 6.379 ribu hektar. Untuk lebih jelasnya lihat table dibawah.
Tabel-2
Perkembangan Luas Areal Perkebunan Sawit di Indonesia
2016 – 2022 (Hektar)
| Tahun | PR | PBN | PBS | Total | Pertumbuhan |
| 2016 | 4.739.318 | 707.428 | 5.754.719 | 11.201.465 | - |
| 2017 | 5.697.892 | 638.143 | 7.712.687 | 14.048.722 | 25,41% |
| 2018 | 5.818.888 | 614.756 | 7.892.706 | 14.326.350 | 1,97% |
| 2019 | 5.896.775 | 617.501 | 7.942.335 | 14.456.611 | 0,90% |
| 2020 | 6.044.058 | 565.241 | 7.977.298 | 14.586.597 | 0,89% |
| 2021 | 6.088.703 | 573.474 | 8.001.239 | 14.663.416 | 0,51% |
| 2022 | 6.379.937 | 598.781 | 8.402.263 | 15.380.981 | 4,88% |
Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan
-
Jl. Robusta Q7/1 Pondok Kopi Jakarta 13460 | Phone/WA : (+62) 0819 0538 1421 | Email : cs@ecbisrescons.com
Copyright@2017 ecbisrescons.com