KONSUMSI CAT MENINGKAT PESAT
JAKARTA – ECBISRESCONS Baik dilihat dari nilai ataupun volumenya, konsumsi cat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini tampak mengalami peningkatan pesat. Sekalipun ekonomi di Indonesia tengah dilanda oleh berbagai permasalahan, bahkan telah mengakibatkan melambatnya perekonomian, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan, namun nampaknya kondisi ini tidak mempengaruhi bertumbuhnya konsumsi cat di dalam negeri.
Beberapa factor yang mempengaruhi, diantaranya adalah karena semakin membaiknya industry property di dalam negeri, pembangunan gedung perkantoran, pembangunan pusat perbelanjaan, hotel, apartemen dan pembangunan kawasan industry sangat mendukung bertumbuh dan berkembangnya indusri cat ini.
Semakin meningkatnya jumlah penduduk, meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia juga mendorong permintaan cat di dalam negeri, demikian halnya dengan perkembangan industry otomotif. Industri otomotif yang semakin berkibar membuat industry cat ini makin berkibar pula. Berkembangannya industry elektronik serta beberapa sector industry lainnya juga memiliki andil besar terhadap meningkatnya konsumsi cat ini.
Pada tahun 2010 lalu konsumsi cat di Indonesia kurang lebih mencapai 772.454 ton, kemudian naik terus dan mencapai puncaknya menjadi 836.687 ton pada tahun 2013. Pada tahun 2014 naik lagi menjadi 877.459 ton. Pemakai terbesar cat selama ini adalah sector industry property sebesar 701.967 ton pada tahun 2014, atau mengalami kenaikan sebesar 4.87% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 669.349 ton, atau naik lebih tinggi lagi jika dibanding 2 atau 3 tahun sebelumnya.
Dari sector property ini yang paling banyak menggunakan cat adalah pembangunan perumahan penduduk dan perumahan rakyat. Cat yang digunakan untuk pembangunan rumah penduduk
pada tahun 2013 kurang lebih mencapai 251.006 ton kemudian naik menjadi 263.237 ton pada tahun 2014. Kemudian cat yang digunakan untuk pembangunan rakyat dalam hal ini perumnas, pada tahun 2013 tercatat sebanyak 167.337 ton kemudian naik menjadi 175.491 ton tahun 2014.
Perluasan Terus Dilakukan
Meningkatnya konsumsi tersebut telah mendorong para pengusaha yang ada untuk melakukan ekspansi atau perluasan, seperti yang dilakukan oleh PT Avia Avian serta PT Jotun Indonesia.
PT Avia Avian
Produsen cat merek Avian Paints ini, pada tahun 2016 berencana meningkatkan kapasitas produksinya. Jika selama ini kemampuan produksinya 3.000 ton cat per bulan, maka mulai awal tahun ini diharapkan kapasitas itu meningkat 35 persen. Dana sekitar Rp 30 miliar disiapkan untuk membangun unit produksi baru di kawasan pabrik utamanya di Buduran Sidoarjo.
Menurut Hemanto Tanoko, managing director PT. Avia Avian, keputusan menambah kapasitas produksi itu terkait dengan masih besarnya potensi pasar produk cat bagi segmen menengah ke atas di Indonesia. Menurutnya, setiap tahun permintaan konsumen naik rata-rata 20 persen.
Dua bulan sebelum Lebaran, Natal, dan Tahun Baru lalu, permintaan pasar itu bahkan naik drastis sampai 50 persen lebih tinggi dari bulan-bulan normal. sehingga unit produksi harus terus-menerus dijalankan. Sejak berdiri pada 1 November 1978, Avia Avian saat ini telah memiliki 70 merek produk cat di pasar dengan 5.000 varian. Dengan visi membangun integrated plant (pabrik terpadu), Avia Avian saat ini telah berhasil memiliki sendiri industri pendukung produksi cat. Mulai dari pabrik resin (bahan baku cat) di Tuban, sampai pabrik pengemasan dan printing label merek di Buduran Sidoarjo. Dengan fokus melayani pasar menengah ke atas, pemasaran cat Avian Paints dibantu oleh 20 distributor dan 3.000 outlet di seluruh provinsi di Indonesia.
Mengenai investasi untuk menambah kapasitas produksi, Hermanto menyebutkan akan menambah unit produksi baru di lokasi pabrik Buduran. "Saat ini sudah beroperasi 8 unit produksi di Buduran, rencananya akan kami tambah satu lagi dengan membuka lahan baru yang kami beli dari eks pabrik tepung yang telah tutup.
Target dari ekspansi pabrik itu, Avia Avian berambisi memperkuat panetrasi pasar di jenis cat dekorasi. "Produksi kami 60 persen berupa cat dekorasi, cat industri 15 persen dan sisanya cat otomotif. Khusus untuk cat otomotif, Avia Avian telah dipercaya produsen cat otomotif terbesar AS yakni The Sherwin Williams Co. untuk memproduksi dan memasarkan merek produknya di Indonesia.
Perusahaan ini didirikan di Sidoarjo, Jawa Timur pada Maret 1983 dengan modal dasar Rp. 200.000.000 sebanyak Rp. 100.000.000 ditempatkan dan disetor penuh. Didirikan oleh Tanoko bersaudara antara lain Mr. Tun Dwipura, Mr. Sutikno Tanoko, Mr. Wijono Tanoko, Mr. Hermanto Tanoko, Mrs. Kristien Tanoko, Mrs. Liliana Tanoko dan Mrs. Muliawati Tanoko. Pada tahun 1999 modal dasar perusahaan ini mengalami peningkatan menjadi Rp. 20.000.000.000 dimana sebesar Rp. 5.000.000.000 merupakan modal ditempatkan dan disetor penuh.
PT Avi Avian beroperasi secara komersial mulai tahun 1984, pabriknya berlokasi di Jalan Raya Surabaya Sidoarjo Km.19 Bidiran Sidoarjo, Jawa Timur. Selain cat perusahaan ini memproduksi beberapa jenis resin seperti alkyd resin dengan kapasitas 2.000 ton per tahun, kemudian acrylic resin dengan kapasitas 150 ton per tahun, maleic resin dengan kapasitas `1.200 ton per tahun, melamine resin sebesr 180 ton per tahun, emulsion resin sebesar 1.200 ton per tahun. Sedangkan jenis cat yang diproduksi meliputi cat tembok dengan kapasitas 20.000 ton per tahun, cat kayu 4.000 ton per tahun, cat besi sebesar 3.000 ton per tahun, epoxy resin sebesar 2.000 ton per tahun, cat mobil (top coated) sebesar 1.000 ton per tahun, varnish (clear) dengan kapastias 1.000 ton per tahun, cat industry 1.000 ton per tahun dan jenis cat lainnya sebanyak 2.000 ton per tahun, sehingga totalnya mencapai 34.000 ton per tahun.
Hasil produksi PT Avia Avian dipasarkan dengan menggunakan beberapa merek dagang seperti Avian, Avitex, Avia, Boyo, Belmas, Tan, Suzuka dan Tropic. Area pemasarannya mencakup seluruh wilayah Indonesia namun sebagian besar terkonsentrasi di Jawa Timur. Selain dipasarkan sendiri selama ini juga didistribusikan produknya melalui UD Texindo.
PT Jotun Indonesia
Perusahaan ini berniat menambah kapasitas produksinya menjadi 100 juta liter sampai tahun 2015. Rencana tersebut bakal diwujudkan secara bertahap dengan dana investasi kurang lebih US$ 30 juta. Adapun sampai saat ini, melalui pabriknya yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Bekasi, Jotun Indonesia telah memproduksi sekitar 25 juta liter. Sedangkan sampai akhir Desember, Jotun Indonesia memproyeksikan kapasitas produksi pabriknya bakal menyentuh angka 30 hingga 40 juta liter.
Menurut Eric Mallace, Presiden Direktur Jotun Indonesia, penambahan kapasitas produksi tersebut sesungguhnya tak lepas dari ambisi Jotun Indonesia untuk memperkuat dominasinya di bisnis cat. Seiring dengan itu, Jotun Indonesia juga meluncurkan produk cat eksterior baru bernama Jotashield Antifade dan Jotaroof Superior Roof Protection di segmen decorative paint dan ditargetkan mampu terjual sebanyak 4 juta liter dalam tempo setahun ke depan. Jika hal itu bisa terealisasi maka pangsa pasar Jotun Indonesia di bisnis cat, khususnya segmen decorative, bakal membesar dari sekitar 10 persen saat ini menjadi 15 persen pada tahun 2013.
Jotun Indonesia yang merupakan lengan bisnis Jotun yang berasal dari Norwegia juga mengungkapkan rencananya untuk merealisasikan kehadiran 650 agen resmi pada akhir tahun 2012 serta melengkapinya menjadi 1.000 agen pada tahun 2015. Hingga sekarang, Jotun Indonesia mengklaim pihaknya mendominasi bisnis cat segmen protective dan marine. Kendati begitu, kontributor utama pendapatan bersumber dari segmen decorative paint dengan total perolehan mencapai 45 persen dari keseluruhan pendapatan Jotun Indonesia.
Dalam rangka memperbanyak pilihan yang ditawarkan ke konsumen, PT Jotun Indonesia bakal merilis inovasi produk baru Strax Matt dalam waktu dekat yang diklaim memiliki beragam fitur dan lebih mudah pengunaannya. Selain itu, Jotun Indonesia juga berencana meningkatkan kapasitas produksi cat, pelapis dan power coating dari semula 14 ribu liter per hari menjadi 15 ribu liter per.
Menurut Novi Christiana, Decorative Retail Sales & Marketing Manager Jotun Indonesia, kapasitas produksi tersebut kelak diproyeksikan mencapai 150 ribu liter per hari pada tahun 2015. Target tersebut diharapkan terealisasi lewat pendirian pabrik baru di atas lahan seluas 5 hektar. Bersamaan dengan itu, dalam rangka mengedukasi pasar, Jotun Indonesia juga menggelar Jotun Festival 2012 di tiga kota besar di Indonesia, yakni tanggal 2 hingga 3 Juni 2012 di Semarang, tanggal 14 sampai 15 Juli 2012 di Palembang, dan di Pontianak pada tanggal 15 hingga 16 September 2012. Jotun Indonesia yang beroperasi sejak tahun 1983 merupakan bagian dari Jotun Paints yang bermarkas di Norwegia. Selain menawarkan produk decorative paints, Jotun Indonesia juga menghadirkan beragam produk cat di segmen marine coatings, protective coatings, dan powder coatings. Sampai saat ini, produk cat yang diproduksi oleh Jotun Indonesia mencapai lebih dari 30 ribu warna.
Menurut Eric Mallace, Presiden Direktur Jotun Indonesia, dengan penambahan kapasitas produksi via pabrik baru, pihaknya berencana meraih target penjualan sebesar US$ 200 juta pada tahun 2015. Perusahaan yang berpusat di Norwegia itu melakukan tiga tahapan pengembangan bisnis. Yang pertama adalah peningkatan kapasitas produksi yang saat ini sedang dilaksanakan dari 30 juta liter menjadi 45 juta liter per tahun. Untuk fase ini, Jotun Indonesia tercatat menggelontorkan dana investasi senilai US$ 12 juta.
Sementara, pada tahap kedua yang menelan dana investasi US$ 30 juta, Jotun Indonesia menghadirkan kantor, gudang, technical center serta pabrik Powder Coatings yang baru yang diproyeksikan bakal selesai tiga tahun ke depan.
Adapun fase ketiga mencakup perluasan fasilitas pabrik dan laboratorium dalam rangka mengatrol kapasitas produksi menjadi 100 juta liter per tahun dengan dana sebanyak US$ 20 juta. Untuk niat ini, Jotun Indonesia berencana memulainya pada tahun 2015.
Sampai saat ini, dengan omset yang menyentuh angka US$ 100 juta plus grafik pertumbuhan penjualan lebih dari 30 persen per tahunnya, Jotun Indonesia mengklaim telah menjadi pemimpin di bisnis cat Protective Coatings, Marine Coating, dan Powder Coatings.
Sebelumnya, pada medio Oktober 2012, Jotun Indonesia merilis 2 produk anyar (Jotashield AntiFade dan New Jotaroof) yang ditargetkan bisa terjual sebanyak 3 juta liter atau setara dengan nominal Rp 120 miliar hingga akhir Desember 2012. Jotun Indonesia menyatakan pasar retail menjadi segmen utama penjualan hingga saat ini dengan kontribusi mencapai 80 persen. Sisanya diperoleh dari segmen proyek.
Perusahaan ini tergolong produsen cat baru yang muncul sesudah 1990-an. Pada awal berdirinya dei tahun 1995 perusahaan ini bernama PT Jotun Indonesia Paints and Chemicals. Didirikan oleh Jotun A/S dari Norwegia bekerjasama dengan Mr. Lukman Kartono dari Indonesia dengan modal dasar US$ 1.500.000 yang seluruhnya ditempatkan dan disetor penuh. Pada September 2005 nama perusahaan berubah menjadi PT Jotun Indonesia, perubahan ini tanpa menyertakan perubahan komposisi pemegang sahamnya.
PT JI mulai beroperasi pada tahun 1996 yaitu dengan mengambilalih instalasi milik PT Polra Sakti Jaya (PT PSJ) yang berlokasi di Jalan Daan Mogot Km.12,5 Jakarta Barat, PT PSJ pada awalnya merupakan produsen cat kapal (marine paint) dibawah lisensi dari teknologi dari JOTUN Norwegia. Pada tahun 2004 pabrik PT JI direlokasi ke Kawasan Industri MM2100 Blok KK I, Cikarang Bekasi, Jawa Barat. (HW)
Jl. Robusta Q7/1 Pondok Kopi Jakarta 13460 | Phone/WA : (+62) 0819 0538 1421 | Email : cs@ecbisrescons.com
Copyright@2017 ecbisrescons.com