INDUSTRI PAMERAN MAKIN MENGGAIRAHKAN

JAKARTA – ECBISRESCONS Dalam beberapa tahun terakhir ini “Industri Pameran” di Indonesia tampak semakin menggairahkan. Indikasinya selain karena semakin bertambahnya jumlah anggota yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi), juga karena semakin tingginya minat para pengusaha penyelenggara pameran untuk melaksanakan pameran di beberapa kota, meningkatnya jumlah pengunjung serta perputaran uangnya.

 

Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) yang berdiri sejak tanggal 17 Februari 1990, mencatat bahwa saat ini jumlah anggotanya sudah mencapai 284 anggota yang  tersebar di seluruh DPD. DPD Jakarta memiliki 186 anggota,  Jawa Barat 45, Jawa Tengah 10, Banten 5, Bali 13, Aceh 10, Kalimantan Timur 2, Yogyakarta 24, Sulawesi Selatan 41, Jawa Timur 20, Riau 17, Kepualuan Riau 5, dan Sumatra Utara 5. Keanggotaan organisasi ini terbuka untuk semua perusahaan industri pameran dan konvensi serta pendukungnya antara lain organizer pameran, organizer konvensi,  perusahaan jasa pengirimin barang, kontraktor stand, pemilik gedung, dan suplier.

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini penyelenggaraan pameran yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut tampak terus mengalami peningkatan. Apabila pada tahun 2007 pameran yang diselenggarakan oleh  perusahaan penyelenggara tersebut baru sekitar 246 pameran, pada tahun 2008 naik  menjadi 304 pameran, namun pada tahun 2009 mengalami penurunan menjadi 209 pameran saja. Tetapi setelah itu naik terus dan pada tahun 2013 telah mencapai 435 pameran.

 

Tingginya minat untuk menggelara pameran tersebut tidak hanya datang dari para pengusaha atau industri di dalam negeri, tetapi juga dari perusahaan-perusahaan luar negeri. Kondisi seperti ini tentu saja menjadi angin segar bagi para pengusaha pameran untuk terus mengembangkan sumber daya dan giat berinovasi dalam memberikan pelayanan-pelayanan mereka.

Dalam beberapa tahun mendatang prospek industri pameran ini tampaknya masih akan terus mengalami perkembangan, sebab antosias para penyelenggara tampak semakin tinggi, dilain pihak para peserta pameran dan pengunjung juga banyak mendapatkan manfaatnya. Para pengunjung selain mendapatkan apa yang mereka cari, juga banyak ter-update informasinya. Jaringan yang kian luas, supplier atau vendor yang prospektif, calon pelanggan, kekuatan kompetitor dan banyak lagi. Semua mendapatkan manfaatnya, termasuk pemerintah tentu saja.

 

Namun demikian, dibalik perkembangan yang pesat ini, terdapat satu kendala yang sampai saat ini belum bisa diatasi yaitu terbatasnya venue yang tersedia. Jakarta, sebagai magnet kuat penyelenggaraan pameran, selama ini baru bisa mengandalkan Jakarta Convention Center (JCC) dan Jakarta International Expo (JIEX), dan jadwal pemeran yang bersifat rutin di dua venue itu pun sudah relatif penuh. Tidak mudah mendapatkan jadwal yang pas untuk menggelar pameran-pameran baru di kedua tempat tersebut. Dan pada akhirnya tidak heran apabila peluas emas tersebut lepas dan kemudian dinikmati oleh Singapore, Korea Selatan, China dan bahkan Malaysia serta Thailand yang memiliki venue yang lebih representative.

 

Venue memang sangatlah penting untuk mendukung perkembangan industri ini.  Untuk itu sangatlah tepat apabila ada dari pihak swasta yang berminat membangun infrastruktur ini yang direncanakan berlokasi di kota Tangerang yakni Indonesia International Expo (IIE).

 

Kerja bareng Dyandra bersama Sinar Mas Land ini digadang-dagang bisa menjadi gedung konvensi dan pameran bertaraf internasional yang terbesar di Indonesia.  Untuk pembangunan tahap pertama yang luasnya kurang lebih 200 ribu meter persegi (m2),  berbagai fasilitas dibangun secara terintegrasi mulai dari ruang exhibition & convention , hotel, fasilitas parker dan pendukung lainnya, dan akan semakin lengkap lagi dengan pembangunan tahap kedua nantinya, yang akan meliputi hotel dengan kelas lainnya, gedung-gedung perkantoran dan perluasan gedung pameran.

 

Selain pembangunan Indonesia International Expo (IIE), sejumlah gedung pameran baru  yang dibangun swasta juga berangsur muncul di berbagai kota lain, seperti di  Bali yang juga dikenal seksi untuk gelaran konvensi, Surabaya, Makassar dan beberapa kota lainnya. Kepemimpinan baru DKI Jakarta pun sepertinya  mulai memberikan perhatian yang bisa menyalakan harapan untuk bersama-sama memajukan industri ini. Dengan tersedianya lebih banyak venue tentu akan memberikan banyak pilihan sehingga event-event internasional bisa digelar, termasuk untuk event-event berkualifikasi Bussiness to Business (B2B) yang akan berkontribusi pada mata rantai ekonomi yang lebih panjang lagi. (HW)

Submitting Form...

The server encountered an error.

Form received.

Jl. Robusta  Q7/1 Pondok Kopi Jakarta 13460 | Phone/WA : (+62) 0819 0538 1421 | Email : cs@ecbisrescons.com

Copyright@2017 ecbisrescons.com