INDUSTRI FATTY ALCOHOL MASIH BERPROSPEK

Meski kelebihan suplai, tingginya konsumsi di dalam negeri masih membuka peluang untuk terus meningkatkan produksi, sehingga membuka kemungkinan berinvestasi pada produk ini.

 

Fatty alcohol adalah salah satu produk dari oleochemical yang sudah dapat diproduksi di Indonesia sejak lama. Dalam beberapa tahun terakhir industri ini menunjukkan perkembangan pesat.  Salah satu penyebabnya, dalam Rencana Induk Produk Industri (RIPIN) 2015-2035, industri hulu agro yang dikembangkan antara lain adalah industri oleofood, oleokimia dan kemurgi. Salah satu industri oleo kimia yang masuk skema perkembangan itu adalah fatty alkohol.

 

Saat ini kurang lebih ada tujuh perusahaan yang bergerak dalam industri fatty alcohol yang berbahan baku minyak sawit, yaitu PT Cisadane Raya Chemicals, PT Domas Agrointi Prima, PT Ecogreen Oleochemicals, PT Musim Mas, PT Sarana Industama Perkasa, PT Sumi Asih Olecohemical, dan PT Sawaitmas Agro Perkasa (lihat tabel 1).

Tabel – 1
Produsen Fatty Alcohol di Indonesia 2022
NO NAMA PERUSAHAAN LOKASI KAPASITAS PRODUKSI
1 PT CISADANE RAYA CHEMICALS Karawaci, Tangerang Banten Fatty Alcohols - 114,000 tons p.a.
2 PT DOMAS AGROINTI PRIMA Kuala Tanjung, Sumatera Utara Fatty Alcohol – 40.000 tons pa
3 PT ECOGREEN OLEOCHEMICALS, Riau, Batam Fatty Alcohol – 62.000 ton p.a
4 PT MUSIM MAS Medan , North Sumatera Fatty Alkohol/Various - 240,000 tons p.
5 PT SARANA INDUSTAMA PERKASA Medan, North Sumatera Fatty Alcohol
6 PT SUMI ASIH OLEOCHEMICAL Bekasi, West Java Fatty Alcohol – 30.000 ton p.a
7 PT SAWITMAS AGRO PERKASA North Sumatera Oleo Chemicals
Sumber: ECBIS Rescons

Perkembangan Produksi

 

Sejalan dengan terus meningkatnya konsumsi dalam negeri serta permintaan pasar, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri, maka tidak heran jika dalam beberapa tahun terakhir ini produksi fatty alcohol ini tampak terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2017, produksi fatty alcohol Indonesia baru tercatat sebesar 864.687 ton. Angka itu kemudian naik terus dan mencapai puncaknya menjadi 1.660.329 ton di tahun 2021. Di tahun 2022 diperkirakan akan mengalami kenaikan lagi menjadi 1.826.361 ton (lihat tabel 2).

Tabel – 2
Perkembangan Produksi Fatty Alchol Indonesia 2017 – 2022
Tahun Produksi (Ton) Pertumbuhan (%)
2017 864.687 -
2018 1.186.128 37,17
2019 1.373.152 15,76
2020 1.604.338 16,83
2021 1.660.329 3,48
2022 1.826.361 10,00
Sumber: ECBIS Rescons

Perkembangan Ekspor

 

Selain dikonsumsi di dalam negeri, produk fatty alcohol juga sudah dipasarkan ke luar negeri, dan dalam beberapa tahun terakhir tampak terus mengalami peningkat. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2017 Indonesia berhasil mengekspor fatty alcohol sebanyak 427.448 ton. Angka meningkat dan mencapai puncaknya menjadi 764.801 ton pada tahun 2021. Di tahun 2022 kelihatannya akan terjadi penurunan, walaupun tidak terlalu besar, sebab selama periode bulan Januari hingga Juni lalu volume ekspornya baru tercatat sebesar 337.102 ton. Ini berarti untuk keseluruhan tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 674.204 ton (lihat tabel 3).

 

Menurut Statistik Perdagangan Internasional, pemasaran fatty alcohol ini dikelompok kedalam dua nomor HS, yaitu nomor HS 38237010 (Industrial Fatty Alcohols, In The Form of Wax) dan 38237090 (Industrial Fatty Alcohols Other Than In The Form of Wax). Diantara kedua jenis tersebut, yang banyak diekspor adalah fatty alchol yang tergabung dalam nomor HS 38237090. Diantara ke 53 negara tujuan ekspor, China adalah yang paling banyak mengimpor, yaitu sebanyak 266.805 ton dengan nilai US$ 428,7 juta. Negara tujuan ekspor terbesar selanjutnya adalah Amerika Serikat, sebanyak 117.510 ton dengan nilai US$ 152,4 juta. Ada 10 perusahaan yang secara rutin melaksanakan ekspor fatty alcohol, yaitu PT Domas Agrointi Prima, PT Ecogreen Oleochemicals, PT Energi Sejahtera Mas, PT Freetrend, PT Wilmar Nabati Indonesia, Sari Dumai Sejati, PT Soci Mas, PT Unileber Olecochemical Indonesia, PT VVF Indonesia, dan PT Wahana Citra Nabati.

Tabel – 3
Perkembangan Ekspor Fatty Alcohol Indonesia 2017 – 2022
Tahun Volume (Ton) Nilai (US$’000)
2017 427.448 761.595
2018 543.289 758.14
2019 617.31 659.677
2020 706.493 764.801
2021 764.801 1.288.381
2022*) 337.102 812.63
2022**) 674.204 1.625.260
*) Januari-Juni
**) Perkiraan
Sumber : Diolah BPS

Perkembangan Impor

 

Sekalipun Indonesia sebagai pengekspor fatty alcohol, namun juga masih melakukan impor. Angka impor ini cenderung meningkat. Pada tahun 2017, impor baru 31.425 ton. Angka ini naik terus menjadi 35.909 ton pada tahun 2019. Katika Pandemi Covid-19 melanda, impor turun sedikit menjadi 34.056 ton pada tahun 2020. Di tahun 2021, turun lagi menjadi 28.588 ton. Untuk tahun 2022, kelihatannya tidak jauh dari angka tahun2021. Diperkirakan hanya akan mencapai 28.720. Sebab selama periode bulan Januari hingga Juni, volume impor baru tercatat sebesar 14.360 ton. Ini berarti untuk keseluruhan tahun itu diperkirakan hanya akan mencapai 31.284 ton (lihat tabel 4).

 

Menurut data BPS, fatty alcohol diimpor dari 20 negara. Paling banyak impor dari Malaysia, yaitu sebanyak 27.405 ton dengan nilai US$ 52,3 juta di tahun 2021. Berikutnya dari Perancis, yang mencapai  622 ton dengan nilai US$ 1,9 juta pada tahun yang sama. Adapun perusahaan pengimpornya ada 15, yaitum PT Megasetia Agung Kimia, PT Cosmax Indonesia, PT KDS Indonesia, PT Gemopia Indonesia, PT Titian Abadi Lestari, PT Menjaga Gigi Indonesia, PT Balindo Mitra Perkasa, PT Nutrindo Interfarma Sejahtera, PT Tempat Senang PT. Sayap Mas Utama, PT Musim Mas, PT Intan Hevea Industry, PT Hokindo Citra Lestari, PT KAO Indonesia Chemical, dan PT Tentrem Artha Nugraha.

Tabel – 4
Perkembangan Impor Fatty Alcohol Indonesia 2017 – 2022
Tahun Volume (Ton) Nilai (US$’000)
2017 31.425 59.924
2018 30.284 48.409
2019 35.909 41.931
2020 34.056 42.876
2021 28.588 56.23
2022*) 14.36 38.325
2022**) 28.72 76.65
*) Januari-Juni
**) Perkiraan
Sumber : Diolah dari BPS

Perkiraan Konsumsi

 

Sepanjang tahun 2017 hingga 2021, konsumsi fatty alcohol terus mengalami peningkatan. Dengan cara menjumlahkan produksi dalam negeri dengan impor, kemudian dikurangi ekspor, dapat diketahui konsumsi fatty alcohol mencapai 468.664 ton di tahun 2017. Angka ini  melonjak menjadi 675.123 ton pada tahun 2018. Kenaikan ini terus berlanjut hingga mencapai 931.901 ton pada tahun 2020. Pada tahun 2021 sedikit mengalami penurunan menjadi 924.116 ton. Untuk tahun 2022 diperkirakan akan mengalami kenaikan lagi menjadi 1.180.877 ton (lihat tabel 5).

Tabel – 5
Perkiraan Konsumsi Fatty Alcohol Indonesia 2017 – 2022 (Ton)
Tahun Produksi Ekspor Impor Konsumsi Pertumbuhan
2017 864.687 427.448 31.425 468.664 -
2018 1.186.128 543.289 30.284 675.123 44,05
2019 1.373.152 617.31 35.909 789.751 16,97
2020 1.604.338 706.493 34.056 931.901 17,99
2021 1.660.329 764.801 28.588 924.116 -0,83
2022 1.826.361 674.204 28.72 1.180.877 27,78
Sumber: ECBIS Rescons

Prospek Pasar

 

Diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang konsumsi fatty alcohol akan terus meningkat. Perkiraan ini didasarkan data lima tahun terakhir yang menunjukkan adanya peningkatan konsumsi rata-rata 21,84% per tahun. Tingginya kenaikan ini disebabkan tingginya kenaikan konsumsi pada tahun 2018 yang mencapai 44,05%. Apabila diasumsikan dalam lima tahun mendatang konsumsi fatty alcohol rata-rata mengalami kenaikan 10% per tahun, maka konsumsi fatty alcohol pada tahun 2023 akan mencapai sekitar 1.298 ribu ton, kemudian mencapai 1.901 ribu ton pada tahun 2027 (lihat tabel 6).

 

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat tersebut, tentu harus diikuti dengan kenaikan produksi. Selama lima tahun terakhir, produksi fatty alcohol Indonesia mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yaitu rata-rata sebesar 18,31% per tahun. Tingginya kenaikan ini disebabkan lonjakan produksi sebesar 37,17% pada tahun 2018. Apabila diasumsikan dalam lima tahun mendatang produksi fatty alcohol rata-rata mengalami kenaikan sesuai dengan kenaikan konsumsinya, yaitu sebesar 10,0%, maka diperkirakan produksi tahun 2023 mencapai 2.008 ribu ton. Angka ini akan naik terus dan mencapai 2.941 ribu ton pada tahun 2027.

 

Walaupun diperkirakan kenaikan konsumsi sama besarnya kenaikan produksi, diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang Indonesia masih kelebihan pasok fatty alcohol. Untuk tahun 2023 akan terdapat kelebihan pasok fatty alcohol sebesar 710,3 ribu ton. Kelebihan ini akan naik terus, dan mencapai 1.034,5 ribu ton pada tahun 2027. Kondisi ini bukan berarti peluang pasar fatty alcohol sudah tertutup. Para pengusaha masih mempunyai peluang untuk mengembangkan industri ini, hal ini selain disebabkan karena terus meningkatnya konsumsi di dalam negeri, juga karena peluang pasar ekspor juga cukup besar.

Tabel – 6
Peluang Investasi Industri Fatty Alcohol di Indonesia 2023 – 2027 (Ton)
Tahun Proyeksi Produksi Proyeksi Konsumsi Kelebihan Pasok
2023 2.008.998 1.298.647 710.391
2024 2.209.897 1.428.117 781.78
2025 2.430.887 1.571.747 859.14
2026 2.673.976 1.728.922 944454
2027 2.941.373 1.901.814 1.034.559
Sumber: ECBIS Rescons

 

 

Submitting Form...

The server encountered an error.

Form received.

Jl. Robusta  Q7/1 Pondok Kopi Jakarta 13460 | Phone/WA : (+62) 0819 0538 1421 | Email : cs@ecbisrescons.com

Copyright@2017 ecbisrescons.com