CERAHNYA PELUANG INDUSTRI KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR DI INDONESIA

JAKARTA – ECBISRESCONS Tidak dapat dipungkiri dalam beberapa tahun terakhir ini industri otomotif di dalam negeri mengalami perkembangan yang sangat menggembirakan. Perkembangan ini bukan saja terlihat jelas dari hasil penjualannya, tetapi juga nampak jelas dari hasil produksinya baik untuk produksi kendaraan bermotor roda empat (mobil) ataupun roda 2 (sepeda motor). Menurut sumber Gaikindo, produksi mobil berbagai kategori termasuk bus dan truk, pada tahun 2010 tercatat sebesar 702.508 unit, kemudian naik terus dan mencapai 1.300.000 unit pada tahun 2014. Demikian halnya dengan produksi sepeda motor dari 7.395.390 unit pada tahun 2010 naik terus dan mencapai 10.318.862 unit pada tahun 2014. Gaikindo meramalkan dalam beberapa tahun mendatang prospek industri otomotif ini masih tetap menjanjikan.

 

Banyak faktor yang mempengaruhi berkembangnya industri ini, selain karena semakin meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia, semakin banyaknya model motor dan mobil yang ditawarkan, gencarnya promosi yang dilakukan baik melalui media elektronik dan non elektronik, juga karena semakin mudahnya masyarakat memperoleh atau membeli kendaraan.

Disamping berbagai faktor tersebut, masih ada faktor lainnya yang juga mendukung berkembangnya industri ini, diantaranya karena adanya  kondisi politik Indonesia yang semakin hari semakin membaik yang ditandai dengan adanya pergantian kepemimpinan nasional tidak terjadi kerusuhan yang berarti. Kondisi tersebut dilihat sangat kondusif sehingga para investor berani menanamkan investasinya ke Indonesia atau mereka yang bergerak pada industri perakitan kendaraan bermotor tidak merelokasi fasilitas produksinya dari Indonesia sehingga industri otomotif dan komponen di Indonesia masih menarik.

 

Kepastian hukum yang mulai ditegakkan pemerintah dan aturan ketenaga kerjaan yang semakin baik tentu membuat investor bidang otomotif tidak ragu lagi untuk berekspansi memperbesar kapasitas produksinya di Indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mempunyai potensi pasar yang sangat besar mereka juga melakukan ekspor ke beberapa negara tetangga.

 

Kondisi seperti ini sudah barang tentu merupakan angin segar bagi industri komponennya, dan sangatlah beralasan pula apabila dalam beberapa tahun terakhir ini banyak investor asing berbondong-bondong merencanakan untuk membangun pabrik komponen otomotif di Indonesia.

 

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, investasi industri komponen otomotif Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang sangat fantastis. Pada tahun 2014 lalu investasi industri kompnen otomotif Indonesia telah mencapai US$ 5 milliar, dan dalam waktu dekat bakal ada 50 perusahaan komponen otomotif yang bakal merealisasikan investasinya. Kebanyakan dari negara Taiwan, Thailand, Malaysia, Jepang, dan beberapa negara dari Eropa. Perusahaan itu bakal memproduksi tier I (komponen utama) dan tier II (komponen pelengkap). Pembangunannya bakal direalisasikan di kawasan industri Cikampek atau Cilegon. Tingginya minat investasi komponen otomotif,  didorong oleh semakin besarnya pasar di Indonesia. Empat tahun lalu, industri komponen Indonesia masih sekitar 900 perusahaan. Tahun 2014 sudah mencapai 1.400 perusahaan. Tahun ini dia memprediksi bakal ada 100 perusahaan komponen baru. Dia optimistis dapat mencapai target tersebut. Alasannya, selain peningkatan produksi kendaraan bermotor, juga terkait pengembangan mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC).

 

Jepang Semakin Dominan

 

Seperti diketahui sampai saat ini Jepang telah menguasai industri otomotif di Indonesia, dengan membludaknya jumlah perusahaan Jepang yang akan membangun pabrik komponen otomotif di Indonesia akhir-akhir ini, maka sudah barang tentu Jepang akan semakin dominan dalam pemasaran produk otomotif dan komponennya.

 

Dalam beberapa tahun mendatang tidak hanya industri otomotif saja yang dikuasai oleh Jepang, tetapi juga termasuk industri penunjangnya yaitu industri komponennya. Industri kecil dan menengah (IKM) Jepang memang lebih unggul dibandingkan produsen komponen lokal. Bukan hanya permodalan mereka yang lebih kuat, penguasaan teknologinya juga lebih baik.

 

Beberapa perusahaan Jepang yang berminat mengembangkan industri komponen otomotif diantaranya adalah Toyota dan Honda yang akan memproduksi komponen otomotif tier I (komponen inti) dan tier 2 (komponen pelengkap). Disamping itu Marubeni juga turut mengembangkan usaha ini lewat PT Unipres Indonesia. Perusahaan ini telah meresmikan fasilitas produksinya yang pertama pada bulan Agustus lalu yang dibangun diatas lahan delapan hektar di Cikampek, Jawa Barat.

 

Pada tahap awal, perusahaan akan memproduksi komponen mobil seperti monoceque platform based, transmission case, dan undercarriage component Kapasitas produksi perusahaan asal Jepang itu mencapai 200 ribu unit per tahun. Perusahaan bakal memasok kebutuhan komponen Nissan, sekitar 40 ribu unit pada tahap awal. Sedangkan tenaga kerja diperkirakan mencapai 1.000 orang.

 

Peluang Ekspor Terbuka Lebar

 

Diharapkan dengan semakin berkembangnya industri komponen otomotif lokal ini tidak saja akan memperkuat kondisi industri otomotif di dalam negeri, tetapi juga dapat terus mengembangkan sayapnya keberbagai negara. Seperti diketahui selama ini Indonesia sudah berhasil memasarkan komponen otomotif ini keberbagai negara. Sepuluh negara tujuan teratas ekspor suku cadang kendaraan dari Indonesia di 2013 lalu adalah Thailand, Jepang, Malaysia, Brasil, Filipina, USA, China, Vietnam, Taipei dan India. Di tahun tersebut, Thailand menempati urutan pertama dengan nilai US$. 316,59 juta, disusul Jepang dengan nilai US$. 258,68 juta dan berikutnya adalah Malaysia dengan nilai US$. 183,68 juta.

 

Thailand menjadi pasar utama bagi suku cadang kendaraan bermotor dari Indonesia karena industri otomotif di negara ini sudah cukup maju. Rata- rata produksi mobil di Thailand mencapai 2,46 juta unit, sedangkan Indonesia di tahun 2013 baru sekitar 1,2 juta unit. Suku cadang dari Indonesia yang diekspor ke Thailand diantaranya adalah transmisi kendaraan, kopling dan bagiannya, suku cadang sepeda motor, roda aksesorisnya, bagian stir, bagian aksesoris untuk badan kendaraan, bagian- bagian rem, radiator, peredam kejutan, bemper dan lain-lain. Kondisi ini memperlihatkan bahwa industri komponen otomotif di dalam negeri memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

 

Kebutuhan Dunia Terus Meningkat

 

Peluang ekspor ini bukan saja terlihat jelas dari terus meningkatnya komponen otomotif atau suku cadang otomotif yang dipasarkan keberbagai negara, tetapi juga nampak jelas dari pertumbuhan impor komponen otomotif dunia. Selama tahun 2009 hingga 2013, impor produk komponen otomotif dunia dalam kelompok komponen & aksesoris kendaraan bermotor terus mengalami peningkatan yaitu rata-rata sebesar 12,67%.

 

Jika dilihat dari negaranya, Amerika Serikat merupakan negara pengimpor terbesar. Selama 5 tahun terakhir komponen otomotif yang diimpor oleh Amerika Serikat rata-rata mengalami kenaikan sebesar 17,90%. Di urutan ke 2 adalah Jerman dan Tiongkok berada di urutan ke 3 negara-negara pengimpor suku cadang kendaraan. Nilai impor negara-negara tersebut mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi ini menggambarkan kebutuhan yang semakin tinggi pada suku cadang kendaraan bermotor. (HW)

Submitting Form...

The server encountered an error.

Form received.

Jl. Robusta  Q7/1 Pondok Kopi Jakarta 13460 | Phone/WA : (+62) 0819 0538 1421 | Email : cs@ecbisrescons.com

Copyright@2017 ecbisrescons.com